Kebutuhan Pengaturan Femisida Sebagai Tindak Pidana Khusus di Indonesia: Studi Perbandingan Dengan Meksiko

The Need to Regulate Femicide as a Specific Criminal Offense in Indonesia: A Comparative Study with Mexico

Authors

  • Malerry Helena Universitas Bina Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.67468/jhpi.v3i1.58

Keywords:

Femisida, Kekerasan Berbasis Gender, Hukum Pidana, Kriminalisasi, Perlindungan Perempuan

Abstract

Femisida merupakan pembunuhan terhadap perempuan yang didasarkan pada identitas gender korban dan merupakan bentuk paling ekstrem dari kekerasan berbasis gender. Meskipun kasus femisida di Indonesia terus meningkat, hingga saat ini belum terdapat pengaturan khusus yang mengakui femisida sebagai tindak pidana tersendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan femisida dalam hukum Indonesia serta mengkaji kebutuhan kriminalisasi femisida melalui studi perbandingan dengan Meksiko. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Indonesia belum mengakomodasi karakteristik femisida sebagai kejahatan berbasis gender. Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) masih memandang pembunuhan secara gender-neutral sehingga motif gender dan relasi kuasa yang melatarbelakangi femisida tidak menjadi unsur yang dipertimbangkan dalam penegakan hukum. Sementara itu, Meksiko telah mengesahkan femisida sebagai tindak pidana khusus sejak tahun 2012, namun implementasinya masih menghadapi impunitas, salah klasifikasi kasus, dan bias gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia perlu mengatur femisida sebagai tindak pidana khusus yang disertai reformasi penegakan hukum dan investigasi berbasis gender guna memberikan perlindungan yang lebih efektif terhadap perempuan.

References

Amnesty International. Justice on Trial: Failures in Criminal Investigations of Feminicides Preceded by Disappearance in the State of Mexico. 2021. https://www.amnesty.org/en/about-us/permissions/.

Anggraeni, S. Tantiar, and L. Widi Mulyani. “Femisida sebagai Tindak Pidana dalam Sudut Pandang Gender.” JIHHP 6, no. 2 (2025). https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i2.

Azraf, M. I., and F. Usmita. “Peran Organisasi Perempuan dalam Pencegahan Femisida: Studi Kasus di Pekanbaru.” Edusola: Journal Education, Sociology and Law 2, no. 1 (2026): 2092–2108. https://publisherqu.com/index.php/edusola.

Brodie, Nechama R. “Femicide: A Need for Orientation.” Sociology Compass 18, no. 11 (2024): e70017. https://doi.org/10.1111/soc4.70017.

Cook, E. A., C. Miles, and M. Pullerits. “Definitions of Non-Intimate Partner and Family-Related Femicide/Feminicide: A Scoping Review.” Social Science & Medicine (2026): 118917. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2025.118917.

Darmawan, Dastin, Nur Ain Saputri, Muhammad Irwandi, and Yesyka. “Tinjauan Yuridis Penerapan Asas Legalitas dalam Tindak Pidana Pencurian.” Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia 1, no. 3 (2024): 324–331.

De Cassan, Alexa. “Femicide in Ciudad Juarez: A Systemic Approach.” The Social Contract 16, no. 1 (2025). https://doi.org/10.5206/sc.v16i1.22583.

Eka, W., S. Masrita, F. Tanuwijaya, S. Saut, and M. Samosir. “Konsep Tindak Pidana Pembunuhan Biasa dan Pembunuhan Berencana dalam Kategori Kejahatan terhadap Nyawa.” Realism: Law Review 2, no. 3 (2024). https://doi.org/10.71250/rlr.v2i3.37.

Gress, Eva S. H., Martin Flegl, Ana Krstikj, and Chris Boyes. “Femicide in Mexico: Statistical Evidence of an Increasing Trend.” PLoS ONE 18, no. 12 (2023). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0290165.

Gutiérrez-Romero, R. “Femicide Laws Are Failing: New Action Is Needed to Stop Girls and Women Being Killed.” 2023. www.qmul.ac.uk/busman/research/research-insights.

Hadiwan, F. Analisa Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Persangkaan Tindak Pidana Pembunuhan (Laporan Polisi Nomor: LP/100/XII/RES-LU/SEK-KAI SELATAN). Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Kotabumi, 2021. http://repository.umko.ac.id/id/eprint/137.

Hayati, N. Z. Kegagalan Meksiko terhadap CEDAW dalam Penanganan Femicide pada Pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador 2019–2021. 2023. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/46553/19323113.pdf.

Kadir, Putri Rizka Nurwijedah. “Krisis Femisida di Meksiko sebagai Kegagalan Negara dalam Perlindungan Gender.” Mahkamah: Jurnal Riset Ilmu Hukum 2, no. 3 (2025): 286–297. https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i3.961.

Kadir, Z. K. “Pemberantasan Femisida di Meksiko: Kebijakan Kriminal yang Tertunda dan Dampak Sosialnya.” Crossroad Research Journal 2, no. 1 (2025). https://doi.org/10.61402/crj.v2i1.263.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Pengantar Memahami UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual: Dilengkapi UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Rev. ed. Jakarta: Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, 2024. https://komnasperempuan.go.id/pengembangan-pengetahuan-detail/pengantar-memahami-uu-tindak-pidana-kekerasan-seksual.

Martinez Villalba, L. Criminalization of Femicide in Mexico and Colombia: A Comparative Analysis of Legislative and Symbolic Approaches. 2022.

Maulidiana, Nisa. Implementasi Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) oleh Pemerintah dalam Penanganan Kasus Femisida di Indonesia. Universitas Mataram, 2025. http://eprints.unram.ac.id/id/eprint/474.

Mobayed Vega, S., and M. Gargiulo. “Querying Feminicide Data in Mexico.” International Sociology 39, no. 3 (2024): 332–350. https://doi.org/10.1177/02685809241229034.

Nabila, Z., A. Budhiartie, and Iswandi. “Hak Asasi Manusia terhadap Kekerasan pada Perempuan dalam Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia.” Juris Humanity: Jurnal Riset dan Kajian Hukum HAM Pusat Studi HAM dan Humaniter Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram 4, no. 1 (2025). https://doi.org/10.37631/jrkhm.v4i1.78.

Natalia, S., and P. Permatasari. “Urgensi Pengaturan Khusus Femisida dalam Sistem Hukum Indonesia (Studi Kasus Putusan No. 1466 K/Pid/2024, Putusan No. 871/Pid.B/2024/PN.Srg, dan Putusan No. 11-K/Pm.I-06/AL/IV/2025).” IBLAM Law Review 6, no. 1 (2026): 86–97. https://doi.org/10.52249/ilr.v6i1.650.

Oktadiana, V., A. Maman Suherman, and T. Setiady. “Criminal Act of Femicide in the Perspective of Human Rights: An Analysis of Law Enforcement in Indonesia.” Jurisprudensi 17, no. 1 (2025): 179–191. https://doi.org/10.32505/jurisprudensi.v17i1.9870.

Pavlov, Tanja, and Vedrana Lacmanović. Characteristics and Prevention of Intimate Partner Femicide-Suicide Cases Committed with a Firearm. Belgrade: United Nations Development Programme, 2023.

Permatasari, T. I. D. C., and M. Rahmawati. “Catatan Sensitif Gender dalam RUU KUHAP: Analisis Pengaturan Hukum Acara Pidana untuk Perempuan yang Berkonflik dengan Hukum.” 2025.

Pîrău, E. “Femicide in International Law and ECHR Jurisprudence.” London Journal of Research in Humanities & Social Science 12, no. 12 (2024). https://journalspress.uk/index.php/LJRHSS/article/view/990.

Ramadhani, A. C., Zaskia, and Syarifuddin. “Femisida terhadap Aktivis Perempuan di Indonesia: Ancaman terhadap Emansipasi dan Hak Asasi Perempuan.” Juris Humanity 4, no. 2 (2025). https://doi.org/10.37631/jrkhm.v4i2.104.

Razaqa, A., B. Adiratna, H. Diani Supnadi, K. A. Putri, I. Kusumawati, and K. T. Arifin. “Pengadopsian Konsep Extended Femicide ke Dalam Sistem Hukum Indonesia sebagai Upaya Mengisi Kekosongan Hukum Perlindungan Perempuan.” Indonesia Journal of Criminal Law 7, no. 2 (2025): 97–111. https://doi.org/10.31960/ijocl.v7i2.3274.

Refika, F., H. Susanti, and E. Suparta. “Influences of Patriarchal Culture and Femicide as a Form of Gender-Based Violence against Women from Human Rights Perspective.” SALASIKA: Indonesian Journal of Gender, Women, Child, and Social Inclusion’s Studies 7, no. 1 (2024). https://doi.org/10.36625/sj.v7i1.154.

Salamor, Yonna Beatrix, Ani Purwanti, and Nur Rochaeti. “Pengaturan tentang Femisida dalam Hukum Pidana Indonesia (Kajian Perbandingan UU HAM dan UU TPKS).” Litigasi 25, no. 1 (2024): 95–109. https://doi.org/10.23969/litigasi.v25i1.12520.

Sanmas, R. “Analisis Yuridis Tindak Pidana Pembunuhan Berencana yang Dilakukan Secara Bersama-Sama Ditinjau dari Ketentuan Pasal 340 KUHP.” Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara 1, no. 2 (2023): 168–181. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v1i2.1507.

Setiawan, Deni, Awan Maulidin Juna, M. Surya Fadillah, Sabdia Oktarianda, Zulkarnen, Agus Rizal, and Ibnu Satrio. “Prinsip Proporsionalitas dalam Penerapan Hukuman Pidana di Indonesia.” JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin 1, no. 3 (2024): 266–278. https://jurnal.fanshurinstitute.org/index.php/jimmi.

Tempo. “Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Perempuan di Penginapan di Tangerang, Pelaku Tertangkap.” Accessed July 3, 2025. https://www.tempo.co/hukum/polisi-ungkap-kasus-pembunuhan-perempuan-di-penginapan-di-tangerang-pelaku-tertangkap-1573627.

United Nations. “Mexico: Boom in Organised Crime Making Femicide Invisible, Local Activist Says.” 2024. https://www.ungeneva.org/en/news-media/news/2024/12/101036/mexico-boom-organised-crime-making-femicide-invisible-local-activist.

Valdez, L. A., E. C. Jaeger, D. O. Garcia, and D. M. Griffith. “Breaking Down Machismo: Shifting Definitions and Embodiments of Latino Manhood in Middle-Aged Latino Men.” American Journal of Men's Health 17, no. 5 (2023). https://doi.org/10.1177/15579883231195118.

Vega, S. Mobayed, and M. Gargiulo. “Querying Feminicide Data in Mexico.” International Sociology 39, no. 3 (2024): 332–350. https://doi.org/10.1177/02685809241229034.

Wahyuni, N. “Islamic Legal Perspective on Protection of Women Victims of Femicide in Indonesia.” ANAYASA (Journal of Legal Studies) 3, no. 2 (2026). https://doi.org/10.61397/ays.v3i2.496.

World Health Organization. Understanding and Addressing Violence Against Women. http://www.who.int/reproductivehealth/publications/violence/rhr_11_35/en/.

Yacob, Christovel Yamado. “Problematika Penerapan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.” Jurnal Hukum Legalita 6, no. 2 (2024): 1. https://doi.org/10.47637/legalita.v6i2.1413.

Yayasan Keadilan dan Kedamaian Indonesia. “Mengintip Data Femisida Terbaru Komnas Perempuan: 239 Kasus dalam Setahun.” 2026. https://ykpindonesia.org/id/mengintip-data-femisida-terbaru-komnas-perempuan-239-kasus-dalam-setahun.

Zara, Georgia, Sara Gino, Silvia Veggi, and Fabio Freilone. “Sexual Femicide, Non-Sexual Femicide and Rape: Where Do the Differences Lie? A Continuum in a Pattern of Violence against Women.” Frontiers in Psychology 13 (2022). https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.957327.

Downloads

Published

2026-02-27

How to Cite

Helena, Malerry. 2026. “Kebutuhan Pengaturan Femisida Sebagai Tindak Pidana Khusus Di Indonesia: Studi Perbandingan Dengan Meksiko: The Need to Regulate Femicide As a Specific Criminal Offense in Indonesia: A Comparative Study With Mexico”. Jurnal Hukum Pidana Indonesia 3 (1):67-90. https://doi.org/10.67468/jhpi.v3i1.58.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.