Kriminalisasi Jabatan Notaris: Telaah Terhadap Kesalahan dalam Pembuatan Akta Otentik

The Criminalization of the Notary Profession: An Analysis of Errors in the Preparation of Authentic Deeds

Authors

  • Rachmat Akbar Fakultas Hukum Universitas Bengkulu
  • Edytiawarman Universitas Bengkulu
  • Vidyadhara Prawiratama Nugraha Universitas Bengkulu

Keywords:

Kriminalisasi Jabatan Notaris, Akta Otentik, Pertanggungjawaban Pidana, Notaris

Abstract

Perkembangan praktik kenotariatan modern menunjukkan adanya peningkatan risiko kriminalisasi terhadap jabatan notaris akibat perluasan penggunaan instrumen hukum pidana dalam sengketa yang berkaitan dengan akta autentik. Persoalan utama dalam penelitian ini terletak pada ketidakjelasan batas antara tanggung jawab administratif, etik, perdata, dan pidana notaris, khususnya ketika akta autentik digunakan dalam tindak pidana oleh para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara normatif-doktrinal konsep kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap jabatan notaris dalam kaitannya dengan risiko kriminalisasi atas akta autentik, serta mengkaji batas pertanggungjawaban pidana notaris berdasarkan prinsip kesalahan, kewenangan formal, dan fungsi pembuktian akta autentik dalam sistem hukum Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan futuristik. Analisis dilakukan terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, KUHP Nasional, Undang-Undang Jabatan Notaris, serta doktrin dan teori hukum yang berkaitan dengan kepastian hukum, perlindungan hukum, kriminalisasi, dan pertanggungjawaban pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriminalisasi terhadap notaris lahir dari ketegangan antara hukum kenotariatan yang berbasis formalitas dengan hukum pidana yang cenderung memperluas pertanggungjawaban berdasarkan akibat hukum yang ditimbulkan oleh akta autentik. Notaris pada dasarnya hanya bertanggung jawab terhadap aspek formal akta dan tidak memiliki kewajiban untuk menjamin kebenaran materiil dari keterangan para penghadap. Namun, dalam praktik penegakan hukum, batas tersebut sering diabaikan sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan ketakutan profesi. Penelitian ini menemukan bahwa perlindungan hukum terhadap notaris harus ditempatkan dalam kerangka proporsionalitas antara kewenangan, tanggung jawab, dan fungsi sosial notaris guna menjaga kepastian hukum serta stabilitas sistem pembuktian hukum nasional.

References

Abdullah, Ali, and Panca Subagyo. “Implementasi Ajaran Dualistis Hukum Pidana Dalam Menyelesaikan Perkara Pidana Di Bidang Kenotariatan.” Al-Adl : Jurnal Hukum 16, no. 2 (2024): 109–26. https://doi.org/10.31602/al-adl.v16i2.15357.

Adonara, Firman Floranta. “Implementasi Prinsip Negara Hukum Dalam Memberikan Perlindungan Hukum Terhadap Notaris.” Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan 21, no. 1 (2016): 48–59. https://doi.org/10.30742/perspektif.v21i1.181.

Aktanotaria, Ade, Anriz Nazaruddin Halim, and Tofik Yanuar Chandra. “Pertanggungjawaban Pidana Notaris Atas Pembuatan Akta Yang Memuat Keterangan Palsu Dan Akibat Hukumnya.” Akademik: Jurnal Mahasiswa Humanis 5, no. 3 (2025): 1536–45. https://doi.org/10.37481/jmh.v5i3.1651.

Amilia, Siska. “Tanggung Jawab Perdata Dan Pidana Notaris Dalam Kasus Pemalsuan Akta.” Lex Mandiri 2, no. 01 (2026). https://doi.org/10.65369/e5vefa43.

“Assessing the Proportionality of Criminal Sanctions Imposed on Notaries and Land Deed Officials (PPAT) in Document Forgery Cases | JIHK.” Accessed June 1, 2026. https://journal.stihbiak.ac.id/index.php/kyadiren/article/view/347.

Astuti, Puput Widya. “Keberadaan Ajaran Penyertaan Sebagai Perluasan Delik Dan Perluasan Pertanggungjawaban Pidana (Pasal 55 Dan 56 KUHP).” Jurnal JURISTIC 2, no. 02 (2021): 217–29. https://doi.org/10.35973/jrs.v2i02.2626.

Avicenna, Ahmad Fitra. “Penerapan Sanksi Bagi Notaris Yang Lalai Dalam Membuat Akta Otentik.” Officium Notarium 2, no. 3 (2022): 466–75. https://doi.org/10.20885/JON.vol2.iss3.art9.

Barlian, Aristo Evandy A., Atip Latipulhayat, Elis Rusmiati, Widati Wulandari, and Ahmad Novindri Aji Sukma. “Electronic Criminal Justice in Indonesia: Challenges and the Future Measures.” Jambura Law Review 7, no. 1 (2025): 243–74. https://doi.org/10.33756/jlr.v7i1.27805.

Bashori, Mohamad Syafrizal. “Pertanggung Jawaban Pidana Bagi Notaris Yang Melakukan Tindak Pidana Pemalsuan Surat Dalam Pembuatan Akta Otentik.” Jurnal Supremasi, September 10, 2016, 3–3. https://doi.org/10.35457/supremasi.v6i2.392.

Catur, Retno. “Comparison of Legal System Related to Implementation of Cyber Notary in Indonesia With Common Law And Civil Law System.” Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune, February 27, 2023, 41–52. https://doi.org/10.30996/jhbbc.v6i1.7108.

Chesney, Eugene J. “The Concept of Mens Rea in the Criminal Law.” Journal of Criminal Law and Criminology (1931-1951) 29, no. 5 (1939): 627–44. https://doi.org/10.2307/1136853.

Criminal Responsibility of Notary as a Consequence of Producing an Authentic Deed Judging from the Notarial Official Authority Within the Law on Notary Profession | LITERATUS. December 12, 2024. https://journal.neolectura.com/index.php/Literatus/article/view/1802.

“‘Cyber-Notaries From A Contemporary Legal Perspective’ by David Tan.” Accessed June 1, 2026. https://scholarhub.ui.ac.id/ilrev/vol10/iss2/1/.

Fail, Aswin Setiadi, and Mispansyah. “Legal Liability For False Information In Notarial Deeds.” JILPR Journal Indonesia Law and Policy Review 7, no. 1 (2025): 185–94. https://doi.org/10.56371/jirpl.v7i1.470.

Fernando, Zico Junius, Sri Wulandari, and Panca Sarjana Putra. “Potential Overcriminalization in Religious Offenses: A Critical Analysis Of The Formulation Of The New National Criminal Code (Law 1 Number 2023).” Jurnal HAM 14, no. 3 (2023): 205–16. https://doi.org/10.30641/ham.2023.14.205-216.

Fitra, Rahmat, and Anissa Ridhanti. “Tinjauan Tentang Pertanggungjawaban Notaris Terhadap Akta Authentik Yang Dibuat Oleh Pihak Yang Tidak Sah.” Jurnal Kajian Ilmu Hukum 2, no. 1 (2023): 210–18. https://doi.org/10.55583/jkih.v2i1.377.

Hakim, Lukman, and Nalom Kurniawan. “Membangun Paradigma Hukum HAM Indonesia Berbasis Kewajiban Asasi Manusia.” Jurnal Konstitusi 18, no. 4 (2021): 869–97. https://doi.org/10.31078/jk1847.

Hamidi, Ahmad. “Actus Reus Dan Mens Rea Dalam Perspektif Pragmatik: Kajian Linguistik Forensik Terhadap Kejahatan Berbahasa.” Puitika 20, no. 2 (2024): 53–73. https://doi.org/10.25077/puitika.v20i2.613.

Hermanto, Ariq Raihan, Agus Pandoman, Arif Setiawan, and Ali Arben. “Tanggung Jawab Pidana Notaris: Antara Prosedur, Akta Partij, Dan Kesaksian Di Luar Akta.” JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin 3, no. 1 (2025). https://doi.org/10.59945/jpnm.v3i1.375.

Hosnah, Asmak UI, Rizki Ramadhoni, and Ilham Ahmad Raihan. “Penerapan Pasal 263 KUHP Tentang Pemalsuan Surat: Antara Kepentingan Umum Dan Hak Individu.” Journal of Law, Administration, and Social Science 4, no. 4 (2024): 593–98. https://doi.org/10.54957/jolas.v4i4.824.

Junius Fernando, Zico, Pujiyono, Umi Rozah, and Nur Rochaeti. “The Freedom of Expression in Indonesia.” Cogent Social Sciences 8, no. 1 (2022): 2103944. https://doi.org/10.1080/23311886.2022.2103944.

Kamran, Muhammad, Zainuddin, Sufirman Rahman, and Mulyati Pawennei. “Notary’s Responsibility In The Exercise Of Authority As An Authentic Deed Official.” Journal of Law and Sustainable Development 12, no. 4 (2024): e3342–e3342. https://doi.org/10.55908/sdgs.v12i4.3342.

Khadijah, Khadijah, Edi Tarsono, Utji Sri Wulan Wuryandari, and Agus Surono. “Forgery of Authentic Instruments by Notaries and the Scope of Legal Liability.” JIHK 7, no. 2 (2026): 1504–17. https://doi.org/10.46924/jihk.v7i2.421.

Lesmana, Reza Meilanda, and Dika Sidataufa Aryatama. “The Legal Consequences of the Forgive Deed Bringed by the Prisoner to the Notary.” Khazanah Hukum 4, no. 2 (2022): 101–5. https://doi.org/10.15575/kh.v4i2.14891.

Nazran, Fina, Hasim Purba, O. K. Saidin, and Maria Kaban. “Legal Protection of Notaries in Document Validation through Technology-Based Systems: A Comparative Legal Review of Indonesia, the United States, the Netherlands, and Australia.” Journal of Ecohumanism 3, no. 7 (2024): 4975–82. https://doi.org/10.62754/joe.v3i7.4608.

“Notary Liability for Authentic Deeds Indicating Criminal Acts: A Legal Review and Legal Implications | Akbar | Proceeding of International Conference on The Law Development For Public Welfare.” Accessed June 1, 2026. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/icls/article/view/50130.

“Pemalsuan Akta Autentik Sebagai Aspek Pidana Notaris | Jamil | BESTUUR.” Accessed June 1, 2026. https://jurnal.uns.ac.id/bestuur/article/view/40453.

“Penegakan Hukum Bagi Notaris Yang Diduga Melakukan Tindak Pidana Jabatan Dalam Pelaksanaan Tugas Kenotarisan (Kasus Putusan Nomor 123/PID/2023/PT MND) | Jurnal Global Ilmiah.” Accessed June 1, 2026. https://jgi.internationaljournallabs.com/index.php/ji/article/view/365.

“Perlindungan Hukum Terhadap Kriminalisasi Jabatan Notaris Ditinjau Dari Undang-Undang Jabatan Notaris | AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam.” Accessed June 1, 2026. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/almanhaj/article/view/3153.

“Pertanggung Jawaban Pidana Notaris Yang Memalsukan Surat | Jurnal Hukum Dan Kenotariatan.” Accessed June 1, 2026. https://riset.unisma.ac.id/index.php/hukeno/article/view/3380.

Pertiwi, Endah. “Tanggung Jawab Notaris Akibat Pembuatan Akta Nominee Yang Mengandung Perbuatan Melawan Hukum Oleh Para Pihak.” Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan 6, no. 2 (2018): 245–58. https://doi.org/10.29303/ius.v6i2.559.

Poae, Fransisco Ch. “Pertanggung Jawaban Hukum Terhadap Notaris Dalam Kesalahan Pembuatan Akta.” Lex Et Societatis 8, no. 4 (2020). https://doi.org/10.35796/les.v8i4.30916.

Pratiwi, Ayu. “Kedudukan Notaris Sebagai Turut Serta Dalam Tindak Pidana Korupsi.” Officium Notarium 2, no. 2 (2022): 314–23. https://doi.org/10.20885/JON.vol2.iss2.art13.

Pratiwi, Siswantari. “Delik Penyertaan Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).” Binamulia Hukum 11, no. 1 (2022): 69–80. https://doi.org/10.37893/jbh.v11i1.307.

Purnama, Siti Alfiari Sabihisma, and Budi Santoso. “Peran Etika Profesi Notaris Dalam Menjaga Martabat Dan Kepercayaan Publik Terhadap Jabatan Notaris Di Indonesia.” UNES Law Review 8, no. 2 (2025): 594–99. https://doi.org/10.31933/r3fe3j37.

Putra, Fani Martiawan Kumara. “Characteristics of Notary Deeds for Transactions Through Electronic Media.” NORMA 17, no. 3 (2020): 1–14. https://doi.org/10.30742/nlj.v17i3.1091.

Rifa’i, Ahmad, and Anik Iftitah. “Bentuk-Bentuk Pelanggaran Hukum Dalam Pelaksanaan Jabatan Notaris.” Jurnal Supremasi, November 2, 2018, 4–4. https://doi.org/10.35457/supremasi.v8i2.486.

Sari, Indah. “Perbuatan Melawan Hukum (Pmh) Dalam Hukum Pidana Dan Hukum Perdata.” Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara 11, no. 1 (2020). https://doi.org/10.35968/jh.v11i1.651.

Sauni, Herawan, Zico Junius Fernando, David Aprizon Putra, Saivol Virdaus, and Aris Hardinanto. “Beyond Borders: Shedding Light on Foreign Bribery through an Islamic Legal Lens.” Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam 9, no. 2 (2024): 649–78. https://doi.org/10.29240/jhi.v9i2.9752.

Soenaryo, Cipto, and Dewi Kania Sugiharti. “The Role Of The State On The Private Law Through Notary As A Public Official In Legal System In Indonesia.” Proceedings of the 44th International Academic Conference, Vienna, November 7, 2018, 201–201.

Sulaiman, Yusrizal Hasbi, Muhamad Helmi Md Said, and Faisal. “Reconstructing Notarial Liability in Sale and Purchase Binding Agreements in Indonesia.” Sriwijaya Law Review, January 31, 2026, 90–108. https://doi.org/10.28946/slrev.v10i1.5078.

“Tanggung Jawab Pidana Terhadap Notaris Yang Telah Memalsukan Keterangan Dalam Akta Autentik (Studi Kasus Putusan Nomor 1362/Pid.B/2019/PN.Jkt.Utr) | Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik.” Accessed June 1, 2026. https://dinastirev.org/JIHHP/article/view/2112.

“The Protection on Notary in Criminal Cases Related to Authentic Fiduciary Deeds | Adillah | International Journal of Law Society Services.” Accessed June 1, 2026. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ijls/article/view/33408.

Tuelah, Graceilla, Yuli Indrawati, and Sri Widyawati. “Makna Hukum Atas ‘Kelalaian’ Notaris/PPAT Dalam Pembuatan Akta PPJB Dan AJB (Studi Putusan Pengadilan Negeri Bantul Nomor 5/PDT.G/2023/PN BTL).” Indonesian Notary 5, no. 2 (2024). https://doi.org/10.21143/notary.vol5.no2.1.

Yustyawan, Gde Yogi, Siti Hamidah, and Hariyanto Susilo. “Aspek Pertanggungjawaban Pidana Notaris Pada Pembuatan Akta Pihak (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1099/PID/2010.” Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan 6, no. 2 (2018): 274–91. https://doi.org/10.29303/ius.v6i2.560.

Zahra, Ravelina, Agung Iriantoro, and Luh Rina Apriani. “Pertanggungjawaban Pidana Notaris Atas Pemalsuan Akta Otentik Berdasarkan Keterangan Palsu Atau Manipulatif (Studi Putusan No. 898/Pid.B/2022/PN.Jkt.Brt): Criminal Liability of Notaries for Forgery of Authentic Deeds Based on False or Manipulative Information (Study of Decision No. 898/Pid.B/2022/PN.Jkt.Brt).” Jurnal Media Hukum 14, no. 1 (2026): 200–215. https://doi.org/10.59414/jmh.v14i1.1349.

Downloads

Published

2026-02-23

How to Cite

Akbar, Rachmat, Edytiawarman, and Vidyadhara Prawiratama Nugraha. 2026. “Kriminalisasi Jabatan Notaris: Telaah Terhadap Kesalahan Dalam Pembuatan Akta Otentik: The Criminalization of the Notary Profession: An Analysis of Errors in the Preparation of Authentic Deeds”. Jurnal Hukum Pidana Indonesia 3 (1):23-49. https://journal.asperhupiki.id/index.php/jhpi/article/view/49.

Issue

Section

Articles