Transformasi Paradigma Penyidikan Pidana di Indonesia: Menakar Keseimbangan Efektivitas Penegakan Hukum dan Hak Konstitusional Tersangka

Transforming Criminal Investigation in Indonesia: Balancing Law Enforcement Effectiveness and Suspects' Constitutional Rights

Authors

DOI:

https://doi.org/10.67468/jhpi.v3i2.77

Keywords:

Penyidikan Pidana, UU No. 20 Tahun 2025, Peradilan yang Adil, Keadilan Pancasila, Transformasi Hukum Acara

Abstract

Lahirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Hukum Acara Pidana menandai pergeseran mendasar dalam paradigma penyidikan pidana di Indonesia, bertransisi dari model fragmentaris KUHAP 1981 menuju sistem penyidikan yang integral. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis transformasi desain kelembagaan penyidikan berdasarkan UU No. 20 Tahun 2025 dan mengevaluasi bagaimana regulasi baru ini menyeimbangkan efektivitas penegakan hukum dengan perlindungan hak konstitusional tersangka. Permasalahan pokok yang diangkat meliputi bagaimana konstruksi keseimbangan tersebut diwujudkan dan bagaimana desain kelembagaan integral mampu menerapkan standar peradilan yang adil berbasis Keadilan Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara normatif, UU No. 20 Tahun 2025 mengonstruksi desain norma pengawasan horizontal yang lebih ketat, melegitimasi digitalisasi administrasi penyidikan untuk kepastian prosedur, serta memperkuat rumusan standar peradilan yang adil yang selaras dengan kovenan internasional (ICCPR). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi penyidikan tidak hanya bersifat prosedural tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai Keadilan Pancasila sebagai landasan filosofis untuk memanusiakan tersangka. Kendati undang-undang ini menawarkan kerangka hukum yang progresif, potensi implementasi dan efektivitas normanya di masa depan sangat bergantung pada sinkronisasi kultur hukum antarlembaga penegak hukum guna mencegah bertahannya ego sektoral.

References

Aditya, Dimas. “Mendobrak Ego Sektoral Penegak Hukum Melalui Nilai Musyawarah Dalam Integrated Criminal Justice System.” Indonesian Journal of Law and Society 2, no. 9 (2025): 110–28. https://doi.org/https://doi.org/10.32734/ijls.v9i2.55667.

Al-Fatih, Fariz. “Transisi Praperadilan Menuju Hakim Pemeriksa Pendahuluan Dalam KUHAP Baru: Sebuah Analisis Struktural.” Indonesian Journal of Criminal Procedure Law 1, no. 5 (2025): 45–66. https://doi.org/https://doi.org/10.32734/ijcpl.v5i1.55667.

Amelia, Fajar Hidayatullah dan Rina. “Dialektika Due Process of Law Dan Crime Control Model Dalam Modernisasi Sistem Peradilan Pidana.” Jurnal Kajian Hukum Pidana Dan Kriminologi 2, no. 4 (2024): 88–105. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jkhpk.v4i2.54321.

Arief, Barda Nawawi, and Topo Santoso. “Rekonstruksi Sistem Peradilan Pidana Terpadu Dalam Perspektif Penegakan Hukum.” Jurnal Hukum Dan Peradilan 13, no. 1 (2024): 45. https://doi.org/https://doi.org/10.25216/jhp.13.1.2024.45-60.

Aryanti, M. Syamsudin dan Rahmatika. “Patologi Birokrasi Pra-Ajudikasi: Analisis Fenomena Bolak-Balik Berkas Perkara Dalam KUHAP.” Jurnal Hukum Pidana Progresif 1, no. 12 (2025): 45–67. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jhpp.v12i1.87654.

Danardono, Donny. “Kultur Hukum Penegak Hukum Dalam Era E-Investigation: Tantangan Transformasi Digital KUHAP Baru.” Jurnal Kriminologi Dan Hukum Pidana Siber 2, no. 3 (2025): 90–108. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jkhps.v3i2.11223.

Daniswara, Bima Setiawan dan Aryo. “Sinkronisasi Equality of Arms Dalam Pra-Ajudikasi: Tinjauan Kritis ICCPR Dan Hukum Acara Pidana Indonesia.” Indonesian Journal of International Law and Human Rights 1, no. 12 (2024): 45–67. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/ijilhr.v12i1.12345.

Ekawati, Ahmad Fauzi dan Dian. “Hukum Progresif Dan Dekonstruksi Budaya Hukum Aparat Dalam Transisi KUHAP Baru.” Jurnal Ilmu Hukum Progresif 1, no. 11 (2026): 77–95. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jihp.v11i1.77889.

Hakim, Abdul. “Pancasila Sebagai Paradigma Dan Filter Transnasionalisme Hukum Pidana Modern Di Indonesia.” Jurnal Konstitusi 21, no. 1 (2024): 74. https://doi.org/https://doi.org/10.31078/jk2114.

Hermanto, Budi. “Eksistensi Hakim Pemeriksa Pendahuluan Dalam Mencegah Abuse of Power Di Tahap Pra-Ajudikasi.” Jurnal Hukum Acara Pidana Nasional 1, no. 10 (2025): 45–63. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jhapn.v10i1.11223.

Hidayah, Aditya Rahman dan Nurul. “Urgensi Akses Penasihat Hukum Pada Jam Pertama Penangkapan Sebagai Wujud Equality of Arms Dalam Pra-Ajudikasi.” Jurnal Konstitusi Dan Keadilan 1, no. 9 (2024): 75–92. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jkk.v9i1.34512.

Hidayatullah, Taufik. “Keadilan Yang Eksklusif: Kritik Terhadap Komersialisasi Hak Fair Trial Dalam Sistem Peradilan Pidana.” Indonesian Journal of Law and Economics 2, no. 7 (2026): 150–68. https://doi.org/https://doi.org/10.32734/ijle.v7i2.55678.

Indah, Fransiska. “Admissibility of Digital Evidence Dan Implikasinya Terhadap Hak Privasi Tersangka.” Indonesian Journal of Digital Forensics and Law 1, no. 7 (2024): 33–51. https://doi.org/https://doi.org/10.32734/ijdfl.v7i1.44556.

Lestari, Ayu. “Keadilan Distributif John Rawls Dalam Perlindungan Hak Tersangka Kelompok Marjinal Di Tingkat Penyidikan.” Jurnal Konstitusi Dan Keadilan Sosial 3, no. 9 (2025): 210–28. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jkks.v9i3.98765.

Maharani, Clarissa. “Privasi vs Keamanan Publik: Analisis Konstitusional Penggeledahan Data Digital Dalam Hukum Acara Pidana.” Jurnal Hukum Siber Dan Telekomunikasi 1, no. 4 (2026): 45–63. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jhst.v4i1.99887.

Mulyadi, Lilik, and Maria Susanti. “Urgensi Akses Bantuan Hukum Sejak Jam Pertama Penangkapan Dalam Pencegahan Peradilan Sesat.” Jurnal Yudisial 17, no. 1 (2024): 89. https://doi.org/https://doi.org/10.2454/jurnal_yudisial.v17i1.1245.

Nurcahyani, Desy. “Exclusionary Rule Dan Hukum Progresif: Menakar Keberanian Hakim Pemeriksa Pendahuluan Menganulir Tainted Evidence,".” Jurnal Hukum Pidana Progresif 2, no. 12 (2025): 210–30. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jhpp.v12i2.77889.

Nurhardianto, Fajar. “Eksistensi Asas Dominus Litis Kejaksaan Dalam Mewujudkan Integrated Criminal Justice System.” Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology 2, no. 6 (2024): 112–28. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/ijclc.v6i2.98765.

Nurhayati, Samuel Purba dan Laila. “Pergeseran Paradigma Bantuan Hukum: Advokat Sebagai Guardian of Due Process Dalam KUHAP Baru.” Jurnal Hukum Acara Dan Keadilan Prosedural 1, no. 10 (2025): 88–105. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jhakp.v10i1.22334.

Pratama, Aditya. “Digitalisasi Administrasi Penyidikan Dan Perlindungan Hak Privasi Tersangka Dalam Hukum Acara Pidana.” Jurnal Hukum Respublica 23, no. 2 (2024): 142. https://doi.org/https://doi.org/10.31849/respublica.v23i2.1589.

Pratama, Kevin. “Mengatasi Ambiguitas Hukum Acara Pidana Melalui Paradigma Hukum Progresif.” Jurnal Pembaruan Hukum Pidana Nasional 2, no. 8 (2026): 112–30. https://doi.org/https://doi.org/10.32734/jphpn.v8i2.67890.

Putra, Fadli, and Ahmad Guntur. “Independensi Dan Pengawasan Lembaga Penyidik Dalam KUHAP Baru.” Jurnal Masalah-Masalah Hukum 53, no. 2 (2024): 105–20. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/mmh.53.2.2024.105-120.

Putra, Ridwan Arifin dan Guntur. “Ilusi Perlindungan HAM Dalam Praperadilan: Tinjauan Kritis Pasca Putusan MK No. 21/PUU-XII/2014.” Jurnal Konstitusi Dan Peradilan Pidana 2, no. 11 (2024): 140–58. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jkpp.v11i2.33445.

Rachman, Anita. “Etika Profesi Advokat Dalam Ekosistem Integrated Criminal Justice System Berbasis Hukum Progresif.” Jurnal Etika Dan Budaya Hukum 3, no. 5 (2024): 210–28. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jebh.v5i3.88990.

Rahmawati, Siti. “Teori Keadilan John Rawls Dan Perlindungan Tersangka Kelompok Marjinal Dalam Pra-Ajudikasi.” Jurnal Filsafat Hukum Dan Keadilan Sosial 1, no. 5 (2026): 33–50. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jfhks.v5i1.77889.

Ramadhani, Anisa. “Hukum Progresif Dan Rekonstruksi Budaya Aparat Penegak Hukum Di Era Modern.” Jurnal Keadilan Transendental 3, no. 8 (2026): 210–30. https://doi.org/https://doi.org/10.32734/jkt.v8i3.12345.

Susylawati, Eka. “Pancasila Sebagai Volksgeist Dalam Transformasi Sistem Peradilan Pidana Indonesia.” Jurnal Hukum Tata Negara Dan Konstitusi 1, no. 7 (2024): 45–62. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jhtnk.v7i1.33445.

Wicaksana, Arya. “Hukum Progresif Dan Ancaman Bias Algoritma Dalam Criminal Profiling Di Indonesia.” Jurnal Hukum Pidana Kontemporer 3, no. 8 (2026): 150–67. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jhpk.v8i3.77889.

Wijaya, Hendra, Bambang Waluyo, and Eddy O.S. Hiariej. “Ego Sektoral Dan Hambatan Integrasi Sistem Peradilan Pidana Di Negara-Negara Berkembang.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 31, no. 2 (2024): 215. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/iusti.vol31.iss2.art4.

Wulandari, Rini. “Kesenjangan Digital Dan Akses Keadilan: Evaluasi Infrastruktur E-Investigation Di Indonesia.” Indonesian Journal of Law and Technology 2, no. 6 (2024): 110–28. https://doi.org/https://doi.org/10.32734/ijlt.v6i2.44556.

Zaky, Muhammad. “Pergeseran Confession-Based Menuju Scientific Crime Investigation Melalui Penerapan Exclusionary Rule.” Indonesian Journal of Criminal Procedure Law 2, no. 5 (2025): 110–28. https://doi.org/https://doi.org/10.32734/ijcpl.v5i2.87654.

Downloads

Published

2026-08-07

How to Cite

Solehuddin, Aris Hardinanto, and Galih Puji Mulyono. 2026. “Transformasi Paradigma Penyidikan Pidana Di Indonesia: Menakar Keseimbangan Efektivitas Penegakan Hukum Dan Hak Konstitusional Tersangka: Transforming Criminal Investigation in Indonesia: Balancing Law Enforcement Effectiveness and Suspects’ Constitutional Rights”. Jurnal Hukum Pidana Indonesia 3 (2):194-218. https://doi.org/10.67468/jhpi.v3i2.77.

Issue

Section

Articles